Unpredictable day

February 1st, 2008 by chodoc

Hujan… ya… seluruh Jakarta rata dengan hujan. Bahkan dibeberapa daerah sangat deras. At the end… Jakarta tergenang dibeberapa titik rawan seperti di thamrin, daan mogot, ancol, mampang, dan sebagainya. Lalu apa semua ngaruh buat gw… TIDAAAKK… Gw Cuma mo nuliz yaitu gw dapat berita yang diluar kemauan gw. Yup… gw masuk dengan suksesnya ke tempat yang bukan tujuan gw tapi juga bukan tempat yang paling gw hindari. Gw bingung aje… apa yah yang bakal gw lakuin disono?? Selain manyun tentunya… Setelah berita itu, gw coba tenangkan diri gw, dan coba inventaris kira2 gw bakal berkiprah dimananya… dan sialnye… otak gw mampet. Gw Cuma kepikiran nyelesaiin proyek2 jalan dan jembatan gw. Wah gw ga kepikiran apa tantangan yang bakal gw hadapin selain tantangan mengatasi rasa ngantuk gw. Bukan karena ga ada kerjaan tapi memang akhir2 ini gw susah konsentrasi pas siang hari… tapi malamnya kayak kalong. Sore harinya gw mencoba refreshing dengan jalan-jalan… lumayan… enak dan seru ama temen2. namun ada sebagian dari diri gw yang tetap berontak. Sialnye, diri gw saat ini mendukung pemberontakan tersebut. I tried to call my best friends and hope one of them will give me strong advice or words that make me feel relax. But… damn… none. So I better work it out by myself. I take a deep breath… and hope my brain will work nicely. Pertama, gw sudah menginventaris kalau gw sama sekali buta akan perencanaan lokasi. Kemudian saya buta akan kebutuhan lokasi buat masyarakat. Dan kesimpulan saya tentang lokasi… adalah saya harus memaksakan luas jalan yang jauh lebih besar di daerah kota agar tidak macet dan agar tidak bete di jalan. Program pertama gw adalah berani membuat statement bahwa jalan layang di jakarta perlu ditambah yaitu dengan merencanakan detail jalan layang sudirman-thamrin-kota dan jalan layang warung buncit-mampang-kuningan-menteng. Serta kalideres-daan mogot-grogol. Kedua, hapuskan semua parkir di badan jalan dan mewajibkan semua gedung tanpa terkecuali memiliki gedung parkir yang memadai dan persetan dengan kasus2 mobil yang jatuh… kecelakaan pasti terjadi dimanapun. Ketiga, hapus kendaraan import yang mempunyai kapasitas mesin diatas 2500 cc. Karena selain besar, juga boros. Perbanyak kendaraan yang berkapasitas banyak seperti busway, bus kota dan membangkitkan kembali trem. Serta bangun subway secepatnya. Keempat hapuskan pasar yang terlalu dekat ke jalan protokol. Kemudian berangus semua yang melakukan usaha tidak pada tempatnya. Atau langkah kelima… langkah yang paling ekstrem… pindahkan kegiatan kepemerintahan diluar jakarta, bahkan ke luar pulau jawa. Dan merubuhkan gedung-gedung yang tidak terawat untuk dijadikan lahan pelebaran jalan, lahan gedung parkir, lahan hijau atau lahan umum untuk kegiatan kemasyarakatan. Intinya… gw harus extreme… yup i won’t be nice person anymore… I’ll be the extreme person.

change your boss

December 30th, 2007 by chodoc

Ga terbayang kalo dah mo tahun 2008.

hebat yah… umur makin tua tapi gw masih aja kagak dewasa2…menurut gw.

oh iya, pembukaan diatas bukan bagian dari topik kali ini. topiknya adalah gimana perasaan gw saat ganti bos alias pindah tempat kerja.

pertama-tama sih adalah cuek aje… toh bos kita khan bisa idup tanpa kita. lalu yg kedua, yah agak2 mengharukan kalo ternyata bos dan rekan kerja kita yg lama bilang kalo lu dah bagian dari keluarga besar di perusahaan ini.

nah sialnye… pas gw mo dan yakin pindah… eh gw dapet kabar kalo gw mo dijadiin pegawai tetap dan mau dikasih jabatan struktural (sekalipun dalam posisi terbuncit alias pesuruh yg punya ijazah tinggi), hal ini sempet bikin gw ragu pindah tempat kerja. dan sialnya lagi… temen2 kerja dan beberapa engineer atasan gw, menganggap kalo gw cuma cuti aja, alias kerjaan kok masih dilimpahkan ke gw. bahkan mereka sempet bilang kalo gw masih harus absen pas tahun baru… karena status gw yg mau keluar belum disetujui manajemen.

gw sih bilang kalo gw bener2 harus pindah… karena bejibun alasan. tapi yg pasti gw mo cari tantangan baru dan gw mo cari waktu sedikit senggang utk bikin makalah2 teknik… krn seperti ada utang moral.

intinya gw harap temen2 dan pihak manajemen di kantor lama gw tetep berhubungan baik ama gw dan tetep menganggap gw adalah bagian keluarga.

Ancur…

February 21st, 2007 by chodoc

kacau beliau… kmrn ane tabrakan. emank siy banyak hal yg menyebabkan itu, yaitu gw nyetir terlalu niru ananda mikola dan situasi jalan yg kurang baek.

begini ceritanya, di tol simatupang ke arah pondok indak, gw melaju di lajur plg kanan dgn kecepatan 110 km/j. di depan gw sangat kosong. lalu tepat setelah pasar rebo, ada mbl sedang (daihatsu classy) yg ingin menyalip truk minuman didepannya, namun itu truk jg ikut ke kanan. ujung2nya niy mbl sedan ngambil lajur gw dan gw dah ngerem dgn sangat kencang jg memberi klakson, disaat si sedan berhasil minggir eh si truk malah oleng ke kanan, gw makin ngerem, eh ternyata gw melintir.

awalnya bisa gw banting ke kiri… lha si truk malah ngerem. ujung2nya gw nabrak tuh truk sekaligus nyenggol si sedan tadi. mbl gw kapnya hancur parah, untungnya gw selamat. sialnya si truk malah cabut entah kemana rimbanya.

gw sial banget… gw berharap dibalik musibah ini ada hikmahnya…

nah urusan semua dah selesai, kecuali mbl gw yg rsk parah itu. entah abis berapa…hiks… dan life must go on… and i’m back working with a lot of energy… CU

nikah 2

January 20th, 2007 by chodoc

Dadaku terasa sesak…

Sore hari setelah paginya aku mencuci kereta kudaku (mobil coy), aku benar-benar tidak ada kerjaan. Aku hanya mengistirahatkan otakku, namun gagal karena otakku berfikir, mengapa tidak telpon beberapa teman (cewek tentunya). Pertama ku telpon juniorku. Aku telpon ke esianya biar irit, kita bicara kurang lebih 1 jam. Banyak hal yg dibicarakan mulai tentang daerah rumahnya hingga pujian2 gombal dari gw. Tapi temenku yang satu ini memang layak dipuji, pertama selain secara fisik cantik, tapi dia merupakan teman yang sangat hangat. Namun ujung2nya aku dapat kabar sedikit buruk, yaitu dia ingin ganti suasana kuliah, alias pindah tempat. Wah kacau, yah memang kacau buatku tapi mungkin berkah untuk temanku. Tapi tetap saja diriku tidak ingin temanku pindah.

Lalu kutelpon temanku yang lainnya, dia sobatku, bahkan mungkin juga aku masih berharap dia bisa menjadi kekasihku sampai akhir hayat. Awalnya aku tidak yakin akan berhasil telpon temanku ini, karena sudah lama aku gagal menghubunginya. Namun… Allah memberikan berkah-Nya, aku berhasil menghubungi dia. Tentu aku jadi salah tingkah, maklum saat itu yang ada di otakku Cuma, “Hai, pha kabar? Dah lama ga ketemu, kangen nih…” yup Cuma beberapa kata dan Cuma 35 huruf. Otakku kupaksa berfikir keras, agar aku bisa berbicara lebih lama lagi. Berhasil, aku bicara hingga 30 menit. Dalam pembicaraanku, aku nekad bertanya apakah dia telah berpasangan, dan sejauh mana hubungannya.

Dan syok… aku mendapatkan jawaban yang sangat tidak aku inginkan, aku hilang kata-kata. Dia jelas sudah berpasangan dan akan menikah secepatnya. Tentu aku sangat-sangat bingung. Untungnya dia yang membuka pembicaraan selanjutnya, namun sayangnya yang dibicarakan adalah tentang diriku yang saat ini sedang menikmati masa lajang (lajang kok dinikmati, apa enaknya). Dia bertanya, kenapa diriku tidak cari pasangan dan mencoba berserius? Sungguh pertanyaan yang kritis (kritis buatku…hehehe). Aku menjawab dengan jujur bahwa saat ini memang aku sedang lajang ah jomblo deh. Kedua aku baru saja menikmati capeknya kerja, dan yang terakhir adalah aku sok mempunyai kriteria cewek yang tinggi.

Memang aku pernah mendengar orang pujangga bijak berpetuah, “janganlah kamu cari seseorang pasangan yang sempurna namun carilah pasangan yang menyempurnakanmu, karena saling menyempurnakan adalah langkah awal membangun mahligai rumah tangga yang idaman.” Namun aku tetap sok mencari yang sempurna, jauh jika dibandingkan diriku. Tapi setelah berbicara dengan temanku, aku teringat akan kata2 sahabatku dulu. Kita orang Islam punya tauladan dalam diri Baginda Rasulullah, termasuk cara kita menentukan kriteria pasangan kita. Sabda Rasulullah adalah, hendaknya kita cari pasangan dengan berdasar 4 perkara, yaitu fisiknya, harta atau keturunannya, ilmunya dan agamanya. Buat siapapun fisik seseorang akan mempengaruhi penilaian, apakah akan kita pilih orang yang berfisik tidak kekurangan (alias cacat) namun dia tidak menjaganya (misalnya dia merusak dengan menggunakan obat2an terlarang)? Lalu apakah akan kita pilih orang yang berpenghasilan cukup namun dia selalu berfoya-foya hingga banyak hutang serta keturunan baik namun dia tidak menjaganya? Lalu apakah kita pilih orang yang berpendidikan namun isinya kosong? Akhirnya mungkin kita punya beberapa calon pasangan yang memenuhi 3 kriteria awal diatas, nah kriteria terakhirlah yang menjadi kunci segalanya. Karena buat laki-laki, wanita itu adalah tanggungan kita dan sekaligus ujian bagi kita. Nah 3 kriteria awal, akan menghasilkan calon pasangan yang mempunyai tingkat kesulitan yang sangat tinggi, yaitu orang cantik akan susah menjaganya dan pemeliharaan kecantikannya, orang kaya akan susah dalam pemenuhan standar hidupnya, orang pintar akan susah apabila hendak kita berikan usul akan suatu hal. Akan tetapi, hanya dengan kriteria ke-4 maka, ujian ini mungkin akan lebih ringan. Pasangan cantik, dia sholehah maka dia akan menundukkan kecantikannya cuma untuk pasangannya. Pasangan kaya dan dari keturunan baik, dia sholehah maka dia akan menjaga kekayaannya dan keturunannya kelak dan membantu serta mendorong kekayaan saat berpasangan kelak. Pasangan pintar, dia sholehah maka dia akan mempertimbangkan segala halnya dengan masak-masak dan mempertimbangkan masukkan dari berbagai pihak dengan bijak.

Akhirnya jika pasangan kita sholehah, maka kenikmatan rumah tanggalah yang akan kita dapatkan.

Namun ada yang harus diingat. Allah berfirman, bahwa telah diciptakan kita berpasang-pasangan, dan diciptakan pasangan dari golonganmu sendiri serta istri-istri yang baik hanya untuk suami yang baik. Oleh karena itu pula, saat aku telpon temanku ini, aku sadar, bahwa diriku yang mengharapkan pasangan yang sempurna, akan susah karena aku yakin aku belum berusaha memperbaiki diriku demi mendekati kesempurnaan. Dan saat itu pula, aku beritahu temanku yang cantik itu, bahwa aku saat ini sedang memperbaiki diri atau tepatnya berusaha memulai memperbaiki diri, sehingga jika aku berani dan aku siap, aku mungkin melakukan kenekadanku yaitu melamar temanku itu.

Akan tetapi, berita bahwa dia telah berpasangan dan mungkin juga akan melangsungkan pernikahan, membuatku limbung, untungnya aku sadar bahwa aku percaya Allah akan memberikan yang terbaik untukku jika aku berusaha terus memperbaiki diriku. Oleh karena itu harapanku adalah aku bisa bersanding dengan temanku ini dalam merajut kehidupan berkeluarga dan membuatku semakin rajin beribadah.

Tentu saja, hasil akhir pembicaraanku hanyalah aku mengetahui kabar temanku, namun setidaknya pembicaraan itu juga mengingatkan kembali akan diriku untuk terus memperbaiki diri.

Yup… another tulisan sok tau gw.

friendster…???

October 21st, 2006 by chodoc

Jakarta hari sabtu tanggal 21 oktober 2006… macet… kacau. belum lagi pas ke PIm… gile… puenuhnya minta ampun…

namun selalu ada hikmah ato minimal sesuatu utk direnungkan.

ini gara2 gw ketemu ama orang yg berlawanan jenis (dalam kasus gw temen cewek), yang gw taunya lwt friendster. … ah intinya gw bimbang mo negur ato tidak. emank tuh anak cuantik… cuma alasan gw mo negur selain dia cuantik, juga krn dia temen gw (sekalipun ga pernah liat selain di fs).

Nah, gw jadi berpikir, haruskah gw bimbang utk negur dia (dlm hal negur yg sopan, tanpa embel2 mupeng)??

kalo ternyata gw masih bingung, buat apa gw add dia jadi temen di fs?? toh dia jadi temen di fs, langsung berarti dia temen juga khan??? dan ama temen masak bimbang mo negur apa tidak??? toh friendster khan awalnya diciptakan gara2 mo ketemu ama temen2 lama lewat semacam cara jejaring. artinya… kita bisa cari tau ttg temen lewat temen kita juga…

ternyata, tidak berarti langsung temen di fs bisa dianggap temen, contohnya kasus gw. yaitu muncul kebimbangan antara negur ato tidak, padahal gw cuma bakal bilang," eh, maaf apa lu yang namanya…….?? lu kayaknya temen gw di fs. nama gw ramadhan. bener ga???", dan jawabannya pasti cuma," ee… eh kayaknya sih iya… iya juga… lu temen di fs gw," ato " maaf, kayaknya bukan deh, salah orang." Dan intinya yaitu, cuma konfirmasi bahwa di orang tsb temen ato bukan. Adapun setelah itu ada conversation lain… itu isi diluar tanggung jawab penulis.

Kemudian kasus ada temen gw (cewek) yg nekad masukin dirinya dalam golongan single and Alhamdulillah juga bertampang menarik, yang sekedar approve orang (dlm hal ini cowok) biar nambah banyak halaman "friend"-nya. Namun setelah itu yah lupain aja. Gw ga ngehakimin apapun akan hal ini, cuma hal ini banyak terjadi. Dalam hal ini, cewek dgn ciri2 kayak dia, pasti bagaikan gula, yg akan dikerubungi cowok2 terutama yg berpredikat single kayak gw.

Emank kayaknya bangga gitu, kalo temen2 di fs kita, ganteng2 and cantik2 at least menarik dan cukup gaul. namun kalo dipikir, apa ga pahit… kalo pas tiba2 ga sengaja ketemu langsung… eh kita ga saling tegur dan kalo dah ditegur juga malah dicuekin… empet ga tuh…

Alhamdulillah gw kalo bener2 yakin yg gw temuin temen fs (yg temen baru di fs pasti cewek, kalo cowok… yah pasti temen2 kita yg pernah kita tau), maka gw tegur aja and dia juga nerima dgn baek. mungkin gara2 tampang gw yg sulit bermuka sangar ato serem, jadi pada baek and ga takut…hahaha.

dari uraian2 diatas… maka jgn pernah lupa ama temen (lupa nama, yah bilang aja pake "eh…"), tegur dan mulailah pembicaraan. singkat aja, yg penting kita saling negur. dan juga jgn pernah nganggap kalo temen di fs, masih orang asing bagi kita. karena mungkin temn di fs bisa jadi jodoh kita (buat yg single ato yg berniat ganti pacar…=P ) ato malah dewa ato dewi penyelamat, misalnya ternyata dia anak dosen ato bos kita, yg intinya bakal mempermudah hidup kita….

udah ah… gw belon tidur seharian… yang ada ntar malah gw ga sahur… wassalam…

friendster…???

October 21st, 2006 by chodoc

Jakarta hari sabtu tanggal 21 oktober 2006… macet… kacau. belum lagi pas ke PIm… gile… puenuhnya minta ampun…

namun selalu ada hikmah ato minimal sesuatu utk direnungkan.

ini gara2 gw ketemu ama orang yg berlawanan jenis (dalam kasus gw temen cewek), yang gw taunya lwt friendster. … ah intinya gw bimbang mo negur ato tidak. emank tuh anak cuantik… cuma alasan gw mo negur selain dia cuantik, juga krn dia temen gw (sekalipun ga pernah liat selain di fs).

Nah, gw jadi berpikir, haruskah gw bimbang utk negur dia (dlm hal negur yg sopan, tanpa embel2 mupeng)??

kalo ternyata gw masih bingung, buat apa gw add dia jadi temen di fs?? toh dia jadi temen di fs, langsung berarti dia temen juga khan??? dan ama temen masak bimbang mo negur apa tidak??? toh friendster khan awalnya diciptakan gara2 mo ketemu ama temen2 lama lewat semacam cara jejaring. artinya… kita bisa cari tau ttg temen lewat temen kita juga…

ternyata, tidak berarti langsung temen di fs bisa dianggap temen, contohnya kasus gw. yaitu muncul kebimbangan antara negur ato tidak, padahal gw cuma bakal bilang," eh, maaf apa lu yang namanya…….?? lu kayaknya temen gw di fs. nama gw ramadhan. bener ga???", dan jawabannya pasti cuma," ee… eh kayaknya sih iya… iya juga… lu temen di fs gw," ato " maaf, kayaknya bukan deh, salah orang." Dan intinya yaitu, cuma konfirmasi bahwa di orang tsb temen ato bukan. Adapun setelah itu ada conversation lain… itu isi diluar tanggung jawab penulis.

Kemudian kasus ada temen gw (cewek) yg nekad masukin dirinya dalam golongan single and Alhamdulillah juga bertampang menarik, yang sekedar approve orang (dlm hal ini cowok) biar nambah banyak halaman "friend"-nya. Namun setelah itu yah lupain aja. Gw ga ngehakimin apapun akan hal ini, cuma hal ini banyak terjadi. Dalam hal ini, cewek dgn ciri2 kayak dia, pasti bagaikan gula, yg akan dikerubungi cowok2 terutama yg berpredikat single kayak gw.

Emank kayaknya bangga gitu, kalo temen2 di fs kita, ganteng2 and cantik2 at least menarik dan cukup gaul. namun kalo dipikir, apa ga pahit… kalo pas tiba2 ga sengaja ketemu langsung… eh kita ga saling tegur dan kalo dah ditegur juga malah dicuekin… empet ga tuh…

Alhamdulillah gw kalo bener2 yakin yg gw temuin temen fs (yg temen baru di fs pasti cewek, kalo cowok… yah pasti temen2 kita yg pernah kita tau), maka gw tegur aja and dia juga nerima dgn baek. mungkin gara2 tampang gw yg sulit bermuka sangar ato serem, jadi pada baek and ga takut…hahaha.

dari uraian2 diatas… maka jgn pernah lupa ama temen (lupa nama, yah bilang aja pake "eh…"), tegur dan mulailah pembicaraan. singkat aja, yg penting kita saling negur. dan juga jgn pernah nganggap kalo temen di fs, masih orang asing bagi kita. karena mungkin temn di fs bisa jadi jodoh kita (buat yg single ato yg berniat ganti pacar…=P ) ato malah dewa ato dewi penyelamat, misalnya ternyata dia anak dosen ato bos kita, yg intinya bakal mempermudah hidup kita….

udah ah… gw belon tidur seharian… yang ada ntar malah gw ga sahur… wassalam…

gile…

October 19th, 2006 by chodoc

gile… ada survey di north america… ato bahasa gaulnya di amerika utara, bahwa apa yg dilakukan ketika kita BAB (Buang Aer BAB… halah… beol deh…). Dari beberapa kota besar yg gw ga tau kota mana aja…

tiga hasil polling teratas yg dilakukan orang ketika BAB adalah urutan ketiga (16%): maenin HP ato telpon (di kamar mandi orang2 kaya). maenin ini bisa sms, telpon ato sekedar merenung, kenapa gw bisa ketipu beli hp bekas temen gw. parah banget…hahaha.

Lalu di urutan kedua (24%)… nah ini yg paling sahih… yaitu konsentrasi ama proses BAB-nya… mungkin yg dikerjain adalah ngeliatin proses pengeluaran and hasil BAB kali yah??? (iihh… jorse’)

Dan yg paling banyak dilakukan (49%) adalah mencari berita ato info lewat bacaan dan lihat TV (berita bukan lihat film… gile aje). dan yg mencengangkan… alasannya… karena di WC lah ditemukan suasana hening nan damai yg dibutuhkan untuk menyimak berita ato info.

Gimane dengan kita??? kalo gw mah ngikut hadis Rasulullah aje… yaitu ga baek lama2 di WC ato kamar mandi krn selain baunya ga sedap juga disono ditempat yg identik dgn yg jorok bersaranglah setan. Nah… hebat khan setan udeh tahan bau…hahaha.  dengan catatan gw lagi ga susah beol… kalo susah… ya gw ikut polling yg urutan kedua sambil mikir… apa si beol masih betah di perut gw???

berita ga beres ini disampaikan spesial saat gw lagi ga ada kerjaan…

Nikah…. euy…

October 1st, 2006 by chodoc

Pernikahan…
menakutkan atau menyenangkan???

 

Entah kenapa mau
nulis ttg ini… padahal sama sekali belum pernah terlibat pernikahan selain
menjadi panitia yang berspesialisasi menjaga angpau… bahkan tanpa rapat lama2
langsung diputuskan: H. Ramadhan Firdaus, ST.MT bertugas jaga angpau. Tanggung
jawab yang sangat besar, karena selain bukan uang sendiri alias uang si punya
hajat… juga berat karena sama sekali susah mondar-mandir hunting makanan.
Bahkan sialnya makanan yang di incar sejak awal… malah habis tak bersisa. =P

 

Namun dengan
hanya berpengalaman jadi panitia pernikahan, maka nekad ngasih opini tentang
nikah. Namun dibatasi pada masa pra-nikah alias perkenalan atau lazim disebut
pacaran (suatu hal yang juga minim pengalamannya…hehehe).

 

Ini akibat diskusi
sok serius diantara teman2 gw. Awalnya gara-gara kondisi pacaran temen yang
semakin menegang, bukan mau putus tapi mau memanas bahkan saking panasnya harus
cepet dinikahan tuh…hahaha.

 

Ada satu
pertanyaan salah seorang teman yang menggelitik gw, yaitu… “Guys, kira2 kalo
misalnya sekarang kita semua jomblo, yah nemenin si Haji Ramadhan ini…
(bangsat!!!), trus juga kita disaat bersamaan lagi dekat sama lawan jenis, dan
mau pendekatan yang mengarah ke pacaran, kira2 apa kita mau nembaknya cuma
sekedar cara anak sekolahan (baca: sma dan kuliah) atau cara orang kantoran at
least pengangguran tapi bergaya kantoran???” Trus dia jelaskan, “ gaya anak
sekolahan dengan ngumbar perasaan kita kepada si lawan jenis saat itu, dimana
mungkin disaat laen kita juga ngumbar perasaan kita ke lawan jenis yang lainnya
alias PDKT banyak orang, lalu kita sampaikan secara romantis sekali. Atau gaya
yang satunya dimana kita mungkin gaya anak sekolahan ditambah kata2… aku
cinta kamu untuk jadi teman hidupku dikala senang dan susah sepanjang nyawa
masih dibadan. Nah mau gaya yang mana???”

 

Anak2 koor
mengatakan gaya yang kedua… wah hebat mereka2 pada siap nyatakan dengan juga
siap nikah… namun yang terjadi adalah bukan itu. Yaitu kata2 siap nikah
adalah kata2 mujarab yang tidak sepenuhnya diinginkan para temen2 gw yg
kebetulan yang disitu cowok semua. Maksudnya… dah lama terpatri bahwa cowok
itu sangat alergi kalo pas pacaran ditanya tentang pernikahan… kalo
perkawinan sih pada mau (tau khan beda nikah dengan kawin??? Yang satu pakai
bolpen yang satu pakai otot lonjong doank…). Nah banyak juga kalo diumur yang
seperti gw, pacaran itu bukan dijadikan pintu gerbang ke pernikahan, cuma jadi
pintu gerbang ke perkenalan. Alias kenal dulu, deket dulu jadian dulu, baru deh
pikir apa mau nikah dengannya…

 

Bukan menghakimi
temen2 ku tapi aku eh gw malah heran karena nikah itu cukup ditakuti bahkan
dibanding ketemu setan (mungkin karena setan itu sering kita temui… contohnya
kalo bos marah2… ujung2nya kita ngumpat dgn bilang “SETAN”). Banyak yang
berpendapat, saat pacaran sangat indah eh saat nikah sangat buram. Ujung2nya
seperti nikmatin pacaran semaksimal mungkin… menderita saat nikah nanti.

 

Pernikahan
dianggap konsekuensi dari pacaran yang berlanjut serius. Intinya pacaran jauh
lebih indah dibanding pernikahan. Nah benarkah hal ini???

 

Gw ga ngasih
opini berdasarkan pengalaman orang lain apalagi pribadi… opini ini cuma
mengintepretasikan dari bentuk-bentuk ajaran yang tertera baik itu Quran maupun
Sunnah. Seperti sunnah : “ Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah oleh)
orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan.” (H.R. Ibnu Abbas,
ra). Jadi… jelas sudah bila kita dan pasangan saling mencintai, maka tidak
mungkin pernikahan itu ditakuti. Karena indahnya pernikahan jauh melebihi saat2
pacaran… sok tau yah gw… hehehe… tapi ada satu lagi yang perlu dicermati.
Yaitu ayat suci Al-Quran yang sering terdapat di undangan-undangan
pernikahan… coba cek deh… pasti ada banyak. Ayat itu adalah Q.S. Ar-Rum :
21, “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adl diciptakan-Nya untukmu
pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan
dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yg demikian menjadi
tanda-tanda kebesaran-Nya bagi org2 yang berfikir.” Liat khan… pasangan hidup
dalam hal ini berarti pasangan hidup setelah kita nikah, diciptakan tidak lain
supaya kita mendapat ketenangan hati, serta kasih sayang diantaranya. Jadi kalo
pas PDKT kita, ngumbar kata-kata “siap serius dan nikah” tapi setelah sedikit
menikmati pacaran, lalu kita takut nikah… maka pastilah kita ato pasangan
kita saat ini bukan pasangan hidup kita, sekalipun kita saat ini sangat
mencintainya. Pasangan hidup yang sejati tidak bakal diketahui lebih dalam cuma
dari pacaran, tapi tau dari pernikahan, dimulai dari keseriusan kita PDKT demi
pernikahan, lalu mempersiapkan pernikahan itu, dan perencanaan pengisian
pernikahan itu serta melaksanakannya.  

 

Jadi… jangan
tertipu sama indahnya pacaran, karena nikah jauh lebih indah. Dan jangan mau
nerima orang yang Cuma mau pacaran doank tapi ga tau apa serius apa tidak akan
halnya pernikahan… udah ah… gw khan lagi puasa hari pertama… capek kalo
nulis terus… bye…

 

Tulisan sok tau
dari pangeran kodok…hahaha…

I M B Y

October 1st, 2006 by chodoc

IT MIGHT BE YOU (Stephen Bishop)

Time, I’ve been passing time watching trains go by
All of my life
Lying on the sand watching seabirds fly
Wishing there could be someone
Waiting home for me

Something’s telling me it might be you
It’s telling me it might be you
All of my life

Looking back as lovers go walking past
All of my life
Wondering how they met and what makes it last
If I found the place would I recognize the face

Something’s telling me it might be you
It’s telling me it might be you
So many quiet walks to take
So many dreams to wake and there’s so much love to make

I think we’re gonna need some time
Maybe all we need is time
And it’s telling me it might be you
All of my life

I’ve been saving love songs and lullabies
And there’s so much more
No one’s ever heard before
Something’s telling me it might be you
Yeah, it’s telling me it must be you and
I’m feeling it’ll just be you
All of my life
It’s you, it’s you I’ve been waiting for all of my life
Maybe it’s you Maybe it’s you I’ve been waiting for all of my life.

Duka

May 27th, 2006 by chodoc

Innalillahi Wa Innailaihi Rooji’uun.

Turut Berduka atas kemalangan yang menimpa
saudara2 kita di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah
atas bencana gempa kemaren.

Tak terbayang saat kita terlelap tidur, tiba-tiba
bencana menimpa. Ternyata kekuasaan Tuhan
jauh diatas segalanya. Semoga dibalik bencana ini
juga terdapat hikmah yg dapat kita ambil.

Semoga Saudara2 kita yg tertimpa bencana diberi
kekuatan lahir batin dalam melalui bencana ini.