Archive for August, 2005

NII limA

Thursday, August 4th, 2005

***

Setelah Maghrib, ceramah dilanjutkan dgn cerita ttg pohon. Si penceramah mengumpamakan kita agar seperti pohon yg dia gambar. Pohon itu sangat rindang dan gw lihat gambarnya bagus juga…hehehe… mungkin dia ada jiwa seninya. Dia bilang kita harus seperti pohon, yaitu punya akar yg kuat dan mencengkram tanah kuat, batang yg kokoh, ranting yang bagus dan daun serta buah yg indah dan bagus. Intinya untuk menjadi Muslim yang benar (NII yg benar sih maksudnya) kita hrs punya akar yg kuat berupa pemahaman dasar NII serta awal perjuangannya. Lalu kita harus kokoh dalam berpendirian seperti batang pohon, dimana kita tetap tidak goyah sekalipun diterpa angin kebencian oleh keluarga sendiri. Kemudian dia mengatakan bahwa kita harus mampu menghiasi kehidupan di Indonesia dgn memperjuangkan NII seperti daun dan buah si pohon. Kira2 seperti itu, lalu dia kembali berkoar2 ayat yg mendukung pernyataan dia… tapi gw lupa yg mana ayatnya.

Dia baru berhenti berkoar kira2 jam 10 malam. Lalu dia minta gw dateng lagi besok, namun usahakan pagian agar gw pulangnya ga terlalu malam, semua itu untuk mengikuti proses pengajian tahap 2 alias pemantapan terhadap dasar NII. Biasanya sebelum kita di bai’at jadi anggota NII kita harus melewati pengajian hingga 3-5 kali sebagai persiapan, lalu hari kita akan di bai’at kita kembali menjalani paket “siraman rohani” sebanyak 5 tahap. Biasanya hanya yg beruntung atau dianggap bisa jadi anggota yg bagus mungkin berpotensi yg melalui hal-hal diatas dgn jumlah yg sedikit. Kebetulan gw cuma melakukan 1 kali pengajian, krn besoknya gw langsung masuk proses bai’at yg 5 tahap itu, namun gw juga cuma ngelakuin 4 tahap dimana tahap 4 & 5 gw dapet treatment spesial dgn digabung satu dgn dikelilingin 5 orang petinggi NII.

Ketika pulang, temen gw minta gw diskusi dgn dia di rumahnya, gila… cewek cantik ngajak gw diskusi malem2. Eh temen gw itu cewek baik-baik, bahkan tipe yg paling cocok dijadikan pasangan hidup, ramah, cantik, sopan dalam berbicara maupun berpenampilan, humoris, dan cukup berada plus pintar lagi. Kurang apa coba??? Selagi gw diskusi, temen gw sepertinya agak maksa gw untuk besok datang lagi setiap gw ceritain keheranan-keheranan gw tadi, bukannya dia kasih pengertian, namun ujung2nya gw musti dateng lagi besok.

***

NII 4

Thursday, August 4th, 2005

***

Lalu mereka masuk cerita ttg kondisi tempat Rasulullah hidup saat itu di kota Mekkah. Kota Mekkah saat itu merupakan pusat kehidupan utama bagi bangsa Arab, mereka semua berkumpul dari berbagai daerah dan saling berdagang dan kembali ke daerah masing2 dgn keuntungan besar namun banyak yg diperoleh dgn tdk halal seperti mengacaukan timbangan dll. Kejahatan merajalela, namun dibiarkan bahkan oleh aparat kota saat itu. Kemudian Rasulullah mulai dakwah, namun bukannya diterima dgn tangan terbuka namun dibenci, disakiti dll oleh orang Mekkah yg Notabene banyak juga famili Rasulullah yg ikut menyakiti. Akhirnya Rasulullah mulai Hijrah yg sampai di kota Madinah yg kondisinya bisa dibilang 180 derajat berbeda dgn Mekkah. Rasulullah diterima dgn tangan terbuka, bahkan dijadikan pimpinan kota tsb. Di Madinah lah umat Islam berkembang pesat dan menjadi kuat serta mententramkan Umat Islam, sekaligus membuat penduduk Mekkah khawatir dan berniat menyerang.

Nah kondisi Mekkah itu disamakan dgn kondisi Republik Indonesia (RI) saat ini dimana kita bisa sangat kaya dgn melakukan kecurangan baik itu korupsi maupun menipu dalam berdagang. Lalu kejahatan merajalela, buktinya semakin hari semakin banyak berita kejahatan. Nah, mereka ini mengatakan bahwa NII mirip dgn golongan pendukung awal Rasulullah yg taat menjalankan kebaikan namun diperangi oleh masyarakat termasuk dari pihak keluarga sedarah mereka. Agar tentram maka kita harus Hijrah ke NII (sebagai kota Madinah yg menentramkan). Lalu mereka berkoar tentang beberapa ayat suci, namun pakenya seenak udel mereka agar mendukung pernyataan mereka tersebut.

Kira2 itu semua di ceritakan dgn waktu cukup lama, bahkan mereka sedikit memaksa gw untuk sholat Maghrib nya di jamak dgn Isya, agar tidak membuat cerita mereka terpotong ditengah, namun akibat kengototan gw dgn alasan masjid dekat bahkan mungkin cuma mindahin pantat, tapi kok malah sholat di jamak seperti orang yg bepergian aja. Akhirnya mereka nyerah dan minta gw sholat di rumah itu, jgn di mesjid dgn berjamaah. Lega gw, namun gw juga khawatir mau sholat dimana, krn ruangan yg mereka jadikan mushola itu cuma cukup 2 orang berdempetan serta dihamparkan sajadah apek serta dipenuhi barang2 bak gudng saja. Namun mereka seperti membaca kekhawatiran gw, mereka menyulap ruang duduk2 yg cukup luas jadi tempat sholat berjamaah lengkap dgn karpet berbentuk sajadah seperti di masjid2 yg terasa bersih, beda dgn sajadah di mushola mereka. Tiba2 mereka sepakat gw jadi Imam sholat saat itu, padahal kalo mengingat sunnah Rasulullah bahwa sebaiknya yg menjadi Imam adalah orang yg paling tua, berpendidikan tinggi (terutama di bidang agama Islam), bacaannya fasih dan tuan rumah dari tempat kita sholat. Kok saat itu gw yg ditunjuk, saat itu banyak dari anggota NII laki yg lebih tua dari gw, bahkan penceramah gw yg cerita ttg dunia Islam tadi gw dengar cukup bagus bacaan Al-Qurannya, ditambah gw cuma tamu. Tapi gw terima aja asal cepat krn sebentar lg Isya. Nah kira2 di rumah itu ada belasan hingga 20 orang, namun yg ikut sholat berjamaah cuma 6 orang, yaitu si penceramah gw, temen gw dan beberapa calon anggota baru, sisanya hanya duduk2 diluar rumah maupun dibelakang gw sambil bisik2.

***

NII tiga…

Thursday, August 4th, 2005

***

Saat itu mereka mendoktrin gw dengan sedikit sejarah kebangkitan kebenaran juga sejarah meningkatnya kejahatan di dunia. Gw coba jelasin dikit yg gw ingat krn sebagian besar gw sudah lupa krn memang harus gw lupain agar kejiwaan gw ga terganggu, ingat… mereka itu main dgn ayat suci Al-Quran yg tidak diubah namun di tafsirkan seenak udelnya. Prinsip dasar supaya kita mempercayai gerakan mereka itu benar adalah prinsip huruf W dimana yg serupa dgn bentuk tulisan Allah ( 4JJI). Mari kita lihat dari kiri ke kanan. Huruf W berawal di titik teratas pertama, kt mereka itu titik tertinggi dalam sejarah manusia yg tercatat (alias sejarah Masehi atau sejarah setelah Nabi Isa dilahirkan). Menurut mereka saat itu Nabi Isa ( oh iya mereka sangat patuh akan kepercayaan akan Rasul-rasul sesuai Al-Quran, yg utamanya ada 25 orang dari Nabi Adam hingga Rasulullah SAW, mereka tidak menciptakan Nabi baru setelah Rasulullah SAW), telah mencerahkan umat manusia dgn ajaran Allah SWT yg banyak berpedoman pada cinta kasih sesama manusia. Ajaran Nabi Isa semakin berkembang pesat terutama dikalangan umat Yahudi, Beliau bisa merangkul umat Yahudi baik itu yg miskin maupun yg kaya, bahkan diberikan mukjizat yg fantastis seperti menghidupkan hewan dan manusia serta menyembuhkan penyakit parah di zaman itu. Kita kenal zaman itu dgn zaman awal abad Masehi atau abad pertama Masehi. Namun seiring dgn diangkatnya Nabi Isa oleh Allah SWT, maka ajaran Beliau pun dikacaukan dan mengalami penurunan hingga di abad ke 7, dikenal sebagai zaman jahilliyah dimanapun termasuk di Arab. Nah, titik nadir atau terbawah inilah yg seperti titik terbawah dalam huruf W. Lalu di abad ke 7, atau tepat di tahun 600-an Masehi, kita tahu Nabi Muhammad lahir kedunia ini. Dan Rasulullah pun menyampaikan Islam yg merupakan penyempurna dari ajaran2 Nabi-Nabi sebelum Rasulullah, hingga akhirnya Islam bangkit dan mulai mencerahkan umat manusia.

Dan NII pun tidak merusak rangkaian sejarah ini dgn hal2 lain, istilahnya mereka tetap sama dgn pengetahuan orang Islam lainnya, tidak dirubah2. Lalu seperti huruf W juga, maka tujuh abad bersilang sejak lahirnya Rasulullah, maka dunia Islam mencapai kejayaannya, mulai dgn fakta ajaran Islam berkembang hampir ke 2/3 dataran di Bumi ini, atau biar kita sekalian inget sejarah, hingga diabad itu (abad 14 Masehi), dikenal wilayah pusat budaya dunia sekaligus pusat kehidupan dunia di Andalusia, Baghdad, Mesir, Arab, Afrika Utara, India, Afganistan, di negara2 pecahan Uni Soviet seperti Turkmenistan, Kazakhtan, Usbekistan, dll, hingga di Bumi Indonesia dgn kerajaan Demak, Mataram, Samudra Pasai dll. Hampir seluruh kaum terpelajar muncul di tempat2 itu dan orang belajar di tempat2 itu. Bahkan saat itu, Yunani sudah dianggap kuno, dan banyak orang bule eropa yg belajar dr dunia Islam terutama di Andalusia. Manusianya sangat modern, kejahatan menurun pesat, banyak negara dibebaskan dr penjajahan. Namun setelah abad 14 Masehi itu, mulai banyak kekacauan di dunia Islam, dan Parahnya lagi yaitu hancurnya Andalusia di Spanyol dgn kehancuran total. Perpustakaan terbesar sepanjang sejarah umat manusia, dibakar dan dibuang dan masjid dihancurkan dan banyak rakyat dibunuh. Juga kerajaan Islam di Indonesia mulai bergelimpangan hancur akibat munculnya penjajah di Indonesia. 7 abad bersilang, dunia manusia kembali mengalami masa kegelapan, dilihat dr dimana nilai Islam semakin ditinggal dan titik terendah adalah di abad 20 Masehi hingga awal abad 21 Masehi, dimana umat Islam terpinggirkan, bodoh, miskin, diperdaya, diperangi, bahkan diburu seperti hewan. Namun Islam juga mulai bangkit, dimana banyak Kaum terpelajar diluar Islam yg masuk Islam atau yg mengakui bahwa Islam itu agama Besar dan turut andil besar dalam memajukan umat manusia.

***

Nah, ini doktrin mereka… setelah abad 21 Masehi, dunia Islam makin bangkit dan diakhir abad 28 Masehi, kata mereka, Islam (kebenaran) berjaya kembali sebelum dunia di kiamatkan oleh Allah SWT. Setelah gw terpesona akan sejarah Islam hingga abad 21 Masehi, maka logika gw memaksa gw juga mempercayai akan ramalan mereka hingga abad 28 Masehi tersebut. Namun seperti awal ketika Rasulullah menegakkan Islam, maka tantangan pun berat… ga salah khan pikiran itu, namun orang NII menyimpangkan dgn tantangan akan negara Islam mereka yg ditentang dimana-mana, sehingga secara spontan gw mengakui bahwa negara yg Islami sangat ditentang, minimal oleh koruptor. Namun negara Islam ya cuma satu yaitu NII. Aneh khan???

Terus mereka mengembangkan fakta sejarah bahwa saat abad ke 7 Masehi, diluar Islam terdapat 2 kerajaan besar yaitu Romawi dan Persia yg digjaya. Namun seiring perkembangan Islam saat itu, kerajaan Persia hancur bukan dari serangan frontal Romawi atau Islam, namun oleh masalah dalam negerinya seperti raja yg ditentang rakyat, raja lalim, perpecahan dsb. Lalu Romawi yg seharusnya mendapatkan berkah dan keuntungan dr hancurnya Persia, justru juga makin hancur bahkan beberapa wilayahnya telah dibebaskan oleh orang Islam (saat itu banyaknya berbangsa Arab dan Afrika), yang saat itu cuma dipandang sebelah mata. Lalu tanda kebesaran Romawi dalam kemenangan dalam perang semakin runtuh, hal ini ditandai dgn kalahnya mereka dari perang dgn bangsa Eropa Utara (termasuk Anglo-Saxon, cikal bakal orang bule Inggris) serta umat Islam di Mesir dan Turki, kebetulan yg mengalahkan romawi adalah bangsa atau umat yg dianggap bodoh dan terbelakang. Dan kebetulan juga Umat Islam saat itu yg banyak berbangsa Arab yg secara geografis terletak ditengah dua kekuatan besar tersebut. Saat itu, juga romawi banyak memaksakan sistem parlemennya ke setiap wilayah jajahan dia, yg kita kenal munculnya senator-senator sebagai wakil rakyat (namun juga tidak merakyat). Nah mereka (NII), bilang bahwa itu sama kondisinya dengan saat ini (cuma tiap tahun NII merevisi tahun kebangkitannya, dulu gw dibilang NII makin bangkit di tahun 2000, tapi faktanya 2005 mereka di gerebek polisi). Sama kondisinya karena kita kenal 2 kekuatan adidaya yaitu USA dan Uni Soviet. Mereka begitu perkasa, namun kita tahu bahwa Uni Soviet hancur terpecah bukan karena serangan frontal USA tapi justru oleh kebijakan pemerintahnya sendiri alias oleh masalah domestik. Namun seperti sejarah, Amerika saat ini bisa dibilang juga tidak dapat secara penuh mendapat keuntungan dari hancurnya Uni soviet, malah mereka mendapat musuh baru dari Umat yg dilecehkan mereka yaitu Umat Islam. Bahkan, saat ini banyak negara berpenduduk Islam, yg menjadi musuh “menakutkan” Amerika Serikat yaitu Iran, Irak, Pakistan, Sudan, Afganisthan, memang sebagian dihancurkan Amerika sendiri. Lalu, amerika juga mendapat serangan dr negara latin seperti Cuba, ingat… bangsa Amerika selalu memandang rendah penduduk yg berdarah hispanik jika dia bukan orang tenar. Dan kesamaan lain adalah kalahnya Amerika Serikat dalam perang Vietnam, mereka kalah dr bangsa Vietnam yg notabene cuma petani saja. Terakhir dalah fakta bahwa Amerika Serikat sangat getol memaksakan sistem pemerintahannya ke negara lain serta memaksakan penerapan HAM, padahal mereka sendiri melanggarnya. NII juga bilang bahwa Umat Islam berbangsa Indonesialah yang akan memulai kebangkitan negara Islam karena secara geografis, Indonesia terletak diantara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Namun jika lu tanya ke mereka kok bukan di Malaysia, maka mereka menjawab krn negra Indonesia berpenduduk besar dan mayoritas Muslim.

Nah, kira2, udah ketangkap khan mengapa gw bisa kejeblos ke NII, itu semua gara2 gw terpesona akan roman sejarah dan cerita mereka. Cerita akan kebangkitan dan tanda2 kebangkitan Islam akan bak air yg membasahi tenggorokan yg kering…nikmat dan menambah energi terutama buat yg sedang depresi.

***

NII dua…

Thursday, August 4th, 2005

***

Lama kelamaan gw diskusi, dia mulai ngajak ke pengajian lain yg lingkupnya lebih kecil… nah ini baru pengajiannya NII yg nyimpang. Tentu saja gw merasa senang utk ikut serta ke pengajian kecil ini. Temen gw itu bilang gimana kalo lusa kami ke pengajian… nah ini gw heran, kok pengajian bisa ditentuin secepat kilat (konon yg ikut pengajian adalah agen2 rekuiter NII dan korban2nya yg secara jumlah minimal 5 orang). Tapi gw ga curiga dgn temen gw… lagi pula saat itu kuliah gw belum masuk kondisi kritis alias belum banyak tugas dan ujian jadi waktu kosong gw banyak.

Gw dateng ke pengajian itu dgn temen gw setelah gw jemput temen gw di rumahnya. Waktu itu lokasinya di Pejaten Pasar Minggu, disebuah rumah kontrakan yg kebetulan dekat masjid (kira2 berjarak kurang dari 20 meter dr masjid), tentu saja hal ini semakin memperkuat image bahkan itu bener2 pengajian. Detailnya  tempatnya gw masih hapal namun terakhir gw kesono (tahun 2002) tempat itu dah kosong. Kira2 masuk jalan warung buncit terus belok ke jalan ke arah pejaten yg pojoknya ada gedung pusat koran Republika, masuk terus, lalu pas tanjakan yg lumayan tinggi, belok kiri ke jalan yg cukup kecil tapi bisa dilewati 2 mobil yg berpapasan. Jalan itu membelok ke kanan seperti huruf L, dan disudut itulah terdapat masjid kecil. Masjid itu bukan tempatnya, namun rumah sebelum masjid yg entah 2 atau 3 rmh sebelumnya nah itu markas kecil NII utk wilayah Pejaten Ps Minggu, markas itu dulu juga sebagai markas utk wilayah Tanjung Barat hingga Depok Baru (sekitar kampus UI) sebelum diwilayah itu ada markas baru tahun 2000 nya.

Nah diawalnya gw dikenalkan dgn salah satu pimpinan dirumah itu. Dia berkenalan dgn sangat ramah bahkan lebih ramah dari anak ROHIS kampus yg ter-ramah sekalipun. Dia dgn cepat menjadi teman ngobrol yg enak. Dia bercerita ttg awal pengajian ini, dan gw yakin sama ceritanya jika anggota NII akan merekuit anak kuliahan atau anak SMA, karena dulu gw juga di kursusin bercerita dgn tema sama apabila ngehadapin calon anggota dr kalangan siswa. Mungkin kalo calon anggota dr karyawan akan beda, tapi gw ga tau. Inti ceritanya bahwa dulu mereka memanggil ustad muda yg mau dan rela berbagi waktu untuk mengajarkan ilmu agama dgn metoda anak muda dan sekaligus menjadikan kita menjadi bersih-putih dari dosa duniawi. Anak NII ini juga dipilih yg umurnya tidak jauh dgn gw biar nyambung. Dia juga bercerita bahwa sebelum ke pengajian ustad itu dia mengalami depresi (semua depresi gw jg dialami dia). Trus dia juga cukup humoris sehingga bisa bikin kita senang. Lalu dia memisahkan gw dengan temen yg ngajak gw dgn alasan temen gw lagi dipanggil oleh rekan dia yg akhirnya gw tahu berpangkat atau berkedudukan lebih tinggi. Namun kita bercakap-cakap hingga Dzuhur, adzan dr masjid begitu jelas. Nah ini mulai keanehan kedua, beda dgn pengajian2, pengajian mereka atau tahap perkenalan pengajian mereka sama sekali ga dipotong waktu untuk sholat Dzuhur. Mereka terus aja berkoar-koar, saat itu gw sih juga ikut aja, hingga gw baru sholat Dzuhur di rumah itu pas 10 menit lagi adzan Ashar. Akhirnya setelah Ashar, baru dimulailah ”sesi” pengajian gw, dimana temen gw ikut menemani gw dan juga beberapa orang (kira2 sih waktu itu kita ber-5). Nah mulailah gw kenal dgn anggota lain NII yg bertugas mendoktrin calon anggota baru seperti gw.

Eit… jangan bayangkan yg seram dulu, doktrinnya sangat baik dan enak didengar serta dgn nada penyampaian yg ramah. Di doktrin tersebut mereka bercerita awal mereka, trus perubahan setelah bergabung dan beberapa ayat Al-Quran yang tidak dimacam-macamin namun di tafsirkan seenak udel mereka, memang mereka memenggal ayat suci asal menguntungkan NII, bukan melihat ayat lain yg mendukung atau memperingati. Ingat Al-Quran itu suatu kitab pedoman hidup umat Muslim di dunia yg utuh, alias tidak ada pertentangan antara ayat2 yg ada dan universal untuk semua manusia. Namun krn mereka menggal ayat dan menafsirkan seenak udel mereka, maka yg awam akan Al-Quran pasti terkagum2 dan bahkan semakin yakin bahwa NII adalah ”the way” yg selama ini dicari. Awalnya gw jg merasa seperti itu.

***

NII satoe

Thursday, August 4th, 2005

Negara Islam Indonesia (NII) benarkah itu menyimpang???

Gw coba singkat jadi NII aja yah biar mudah. NII telah menjadi momok menakutkan dalam kehidupan masyarakat dan juga bernegara. Berbeda dgn PKI, dimana PKI sangat gampang diberangus baik dgn alasan agama maupun alasan kemanusiaan. NII sangat susah diberangus, karena NII juga ”menggunakan” Kitab Suci Al-Quran, dan bahkan juga secara kemanusiaan karena secara rata-rata orang yg ”kejeblos” di NII berpenampilan sangat baik di masyarakat, apalagi jika mereka sudah punya kedudukan di NII, dimasyarakat pasti mereka semakin tidak mau terlalu dikenal apalagi dikenal ga baik.

Gw sedikit mau bagi pengalaman buruk gw selagi di ”paksa” gabung dgn NII dulu. Mungkin detailnya gw sudah lupa namun secara garis besar gw bisa share deh.

Kira-kira gw kenanya pas tahun 1999. Tepat setahun setelah peristiwa berdarah Trisakti yg mengkorbankan 5 mahasiswanya demi tercapai reformasi di bumi Indonesia, salah satu dari yg gugur adalah tetangga gw. Gw ceritanya mulai dari kondisi gw saat itu dan juga proses yg gw alami.

Pertama : Kondisi yang Memacu Masuk NII.

Kondisi ini adalah yg harus diwaspadai, karena selama gw di NII, banyak anggota baru yg masuk krn alasan2 kondisi mirip gw dulu. Pertama, saat itu gw sedang depresi berat dan seperti hilang arah. Di awali dgn hubungan dgn lawan jenis, gampangnya gw baru aja gagal dlm pacaran. Budaya kita yg meng”haram”kan cowok utk sedih dan menangis justru membuat gw makin depresi, banyak banget komentar ke diri gw bahwa cewe itu masih banyak. Trus gw juga depresi akibat semakin lama gw semakin ga di reken eh… bahasa Indo nya ”dicuekin” ama lingkungan gw, saat itu memang bukan dr keluarga tapi justru dari temen2 gw. Dan terakhir depresi dgn kondisi kuliah gw, alias nilai gw yg buruk. Eh, nambah lagi, depresi dgn keluarga juga, tapi waktu itu justru bukan dgn keluarga deket gw seperti Bo-Nyok atau adik atau tante-om, tapi dgn sepupu gw. Namun depresi yg terakhir bukan karena gw marahan justru gw depresi krn ga terlalu bisa nolong sepupu gw dalam masalah yg dia hadapi.

Nah, itu kondisi depresi yg umum dialami oleh calon anggota baru NII, yaitu keluarga, cinta, lingkungan sekitar (teman) serta kondisi kuliah atau kerja.

Tapi saat itu gw syukur ga terlibat dgn NARKOBA, gw merasa gw harus banyak deket dgn 4JJI SWT. Nah saat itu gw rajin denger pengajian baik untuk remaja maupun untuk umum, gw rajin baca kisah2 dunia agama Islam, tapi gw akui bahwa gw justru makin ga deket dgn Al-Quran… alias jarang ngaji bo!!! Nah saat itulah gw berkenalan dgn dunia NII.

Awalnya, itu berkat usaha gigih temen baik gw (memang baru deket pas saat itu tapi sudah kenal sejak dulu). Dia sering berbagi cerita tentang diri masing, dan akhirnya justru dia tahu masalah, dan depresi gw. Dia juga tahu tentang keinginan gw utk lebih deket ke agama. Nah langkah awal yg dilakukan seorang anggota NII dalam perekuitan tidak semenakutkan yg dibilang orang (saat itu gw belum tahu kalo temen baik gw ini anggota NII, oh iya temen gw ini cewek dan cantik). Bahkan mereka sangat rajin dan tidak takut untuk ikut pengajian resmi yang pasti baik dari ustad-ustadzah terkenal yg bersih di masjid2 besar di kota besar, seperti di masjid kampus, masjid agung di kota tersebut. Ambil contoh gw yg doyan diajak ke pengajian bener di masjid Sunda Kelapa di Menteng di Jakarta. Masjid Sunda Kelapa dijadikan pijakan awal mereka untuk meyakinkan gw bahwa mereka (NII) itu juga Islam bener (alias anggotanya sering ikut pengajian bener di masjid besar). Saat itu gw yakin banget temen gw bener, kita sering diskusi ttg tema pengajian setelah acara selesai. Bayangkan, gw cowok, bisa curhat dan berbagi pandangan ttg tema pengajian dgn temen gw cewek yg cantik pula…. kira2 apa lu ga pada berpikir bahwa dia patut jadi teman hidup???

***