NII Enam
Selama Proses Pembai’atan : Besoknya gw kembali, nah gw langsung diajak diskusi dgn si anak NII yg ngajak ngobrol gw pertama kali, para anggota NII itu hebat2 lho, mereka pagi2 sudah pada rapih. Gw dateng tepat jam 7.30 pagi. Dia ini mulai berkoar ttg berapa banyak bayaran yg gw keluarkan demi kewajiban serta sunah dalam tahun-tahun lalu. Dia bercerita ttg zakat (Fitrah, Maal), Qurban, Shodaqoh, dan Infak. Dia berilustrasi, kira2 harga satu kambing untuk qurban adalah 400-an ribu rupiah (saat itu lebih mahal), lalu zakat Fitrah dan zakat maal dimana kita harus mengeluarkan 2,5 %nya (namun entah dia lupa atau sengaja dilewatkan, bahwa zakat Maal dikeluarkan jika kita pribadi mempunyai sisa kekayaan (tabungan) yg telah melampaui hisab kekayaan dan itu setelah dikurangi semua kebutuhan pokok serta kewajiban kita seperti pajak, iuran dll, tapi dia cuma bilang 2,5% dari tabungan kita). Trus zakat Maal itu 2,5% dari tabungan, jadi jika minimal tabungan kita ada 1juta rupiah, kita wajib mengeluarkan 2,5%nya. Namun calon anggota baru itu selalu dr kalangan masyarakat menengah hingga atas atau karyawan yg pasti punya tabungan melebihi 1 juta bahkan mungkin mencapai puluhan juta. Kebetulan saat itu tabungan gw baru menggelembung menjadi 10 jt krn usaha gw dan temen gw yg dapet untung besar. Sayangnya saat ini tabungan gw makin menipis…hehehe… kok jadi curhat… Jadi saat itu gw harus ngeluarin zakat Maal 250 ribu. Lalu dia bilang, berapa kira2 gw masukkin kotak masjid tiap sholat jumat. Dia bilang rugi ga kalo gw keluarin 5000 tiap Jumat??? Gw jawab ga rugi, nah dia mulai menghitung kalo setahun berapa, anggap 52 minggu kali 5000 jadi 260 ribu gw keluarin dalam 1 tahun. Setelah di total, maka kewajiban gw adl 400 ribu ditambah 250 ribu utk zakat dan tambahan 260 ribu utk shodaqoh dalam 1 tahun. Lalu dia menyodorkan kertas berisi data diri yg harus kita isi serta perjanjian kesanggupan kita melunasi kewajiban “agama” kita berupa zakat serta menyempurnakan dgn shodaqohnya selama 1 tahun namun dibayar dimuka, disurat perjanjian itu bukan bermaterai namun berlatar belakang tulisan Bismillahirrohmanirrohim atau Dengan nama Allah yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hebat ga??? Lebih surgawi yah??? Lalu dia bertanya apa siangnya gw bisa bawa uang sejumlah itu??? Wah kaget gw, memang sih di tabung ada, namun apa ga kaget kalo kita langsung ngeluarin uang dalam jumlah banyak sekalipun dgn embel2 cuma setahun sekali. Namun gw sanggupin cuma 800 ribu. Dia senang gw bisa nyanggupin maka hari itulah gw langsung masuk proses bai’at tanpa harus lewat 2x lagi pengajian awal. Dia langsung jelasin proses bai’at. Menjelang Dzuhur, gw di ajak untuk melakukan proses bai’at tahap 1. proses ini tetap dilakukan di rumah yg sama dgn mentor seorang yg kira2 berkedudukan seperti ketua rw di masyarakat kita. Orang itu rapih, ramah, santun dan cukup komunikatif. Dia Cuma mengulang ttg sejarah yg seperti huruf W kemaren, namun ditambah makin banyak kata2 yg meyakinkan bahwa NII itu benar. Proses ini gw lakukan beserta para peserta baru lainnya minus temen gw yg memang sudah anggota. Diproses ini juga kita berkenalan satu sama lain, lalu si mentor berusaha agar kita saling mengenal cukup dekat serta memuji hal2 yg pernah kita kerjakan terdahulu mungkin beberapa prestasi kita dahulu dia puji. Proses ini bisa dikatakan seperti persiapan penanaman pohon, yaitu kita menggali dan menggemburkan tanah tempat pohon akan tumbuh. Proses ini kira2 hampir 1,5 jam lewat dikit. Di tahap ini, gw dapat nama baru, yang menjadi nama selama gw di lingkungan NII dengan alasan nama lahir kita sudah tercatat di negara RI jadi kita musti mendaftarkan nama baru buat NII. Dulu kalo ga salah gw milih nama Nurcholis Abduh Amien (diambil dari bapak Nurcholis Madjid, bapak Amien Rais, dan bapak Muhammad Abduh, tokoh pembaharu dari Mesir). Lalu biodata yg tadi gw tulis, dia salin ke form yg bertuliskan huruf Arab gundul termasuk nama baru gw. Nah di form ini juga dimasukkan keterangan akan berapa banyak anggota keluarga gw yang TNI atau polisi, dan seberapa dekat hubungannya dengan gw.