NII tujuh
***
Kemudian masuk proses kedua ditempat yg sama. Proses ini ibarat menyiapkan bakal pohon seperti akar yg kuat dan sehat. Isinya adalah pemantapan pemahaman ttg perjuangan NII dengan diperkuat beberapa ayat. Contohnya adalah bahwa gerakan NII itu masih harus sembunyi-sembunyi bak didalam gua atau berselimut seperti yg dilakukan Rasulullah diawal menerima wahyu, dimana Beliau hanya menyampaikan kepada kerabat dekat hingga turun surat Al-Muzammil (Orang berselimut). Nah kata mentor itu, saat ini ibarat surat Al-Muzammil belum turun dimana itu adalah siasat agar kita tidak langsung diperang secara frontal oleh orang di luar NII, namun herannya sampai tahun 2005 kok tetep harus sembunyi2, kalo kelamaan sembunyi2 khan keburu lewat abad 21 Masehi-nya…betul ga??? Lalu dia juga memaparkan dimana gua yg gelap adalah tempat yg aman, ibarat saat Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar bersembunyi di gua saat dikejar2 pemuda Mekkah yg berniat membunuh Rasulullah. Gua itu terlihat gelap dari luar sehingga orang diluar tidak tahu keberadaan kita namun orang di dalam gua bisa tahu apa yg dikerjakan orang diluar gua karena diluar gua sangat terang. Belum lagi pengamanan akan kerahasiaan NII disamakan dgn sarang laba2 yg terbentuk persis di mulut gua sehingga menyebabkan para pemuda Mekkah sok yakin bahwa Rasulullah tidak ada di dalam gua. Kira2 semua itu logis dan sangat mirip dgn Al-Quran atau pun hadits khan??? Proses kedua ini berlangsung lamaan dikit kira2 2 jam-an. Nah, saat itu gw mo izin sholat Dzuhur, namun tidak diperbolehkan dgn alasan saat itu sholat tidak dilakukan secara terang2an oleh Rasulullah agar tidak mencurigakan orang awam Mekkah. Kaget gw, akhirnya gw pun tidak sholat Dzuhur. Mentor di tahap 2 kira2 setara dgn lurah di masyarakat. Setelah tahap 2, kita istirahat dan minum teh manis serta beberapa gorengan yg uangnya bukan dari mereka namun kolekan dari calon anggota baru, bahkan gorengan pun dibilang kita sudah menyumbang atau ibadah demi Islam karena mereka pakai Hadits bahwa ibadah termurah adalah senyum ke orang lain. Nah, jadi jelas gorengan lebih mahal dari senyuman… hahaha… bener khan seenak udel mereka.
***